Sabtu, 27 Juni 2009

Ada kalanya DIAM itu bukan EMAS..

Ada perkataan orang bijak yang mengatakan bahwa DIAM itu adalah EMAS. Statement itu bisa dibenarkan, tapi didalam kondisi tertentu ungkapan seperti itu tidak dapat berlaku.
Didalam hubungan yang harmonis, komunikasi yang lancar sangat MUTLAK dibutuhkan. Komunikasi yang baik apabila dibumbui dengan saling percaya maka akan menjadi sebuah "adonan" lezat dalam membentuk suatu hubungan.
DIAM adalah EMAS itu berlaku pada saat terjadi suatu perdebatan sengit yang tidak dapat membuahkan hasil apabila terus diperdebatkan. langkah yang paling tepat untuk diambil adalah DIAM. Atau pada saat dalam suatu kondisi kita tidak tahu persis dengan inti dari permasalahan yang dibahas dalam suatu forum, maka DIAM adalah lebih baik dari pada bicara namun tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan.
Tidak satu masalahpun dapat diselesaikan dengan DIAM. Ungkapkanlah kebenaran itu walau terasa sangat berat dan pahit sekalipun.
Setiap manusia diciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, untuk itulah kita diciptakan berpasang-pasangan agar kita saling melengkapi.
Adakalanya kelebihan yang kita miliki tidak dimiliki oleh pasangan kita, begitu juga sebaliknya.
Didalam berhubungan, hasil buah pikiran bersama adalah yang sangat dibutuhkan dalam menentukan pilihan. Bahkan seorang raja dan presiden pun membutuhkan penasehat dalam memutuskan suatu hal.
Masalah yang Allah berikan kepada kita saat sudah berkeluarga tentu berbeda dengan pada saat kita masih sendiri. Masalah pada saat sudah berkeluarga memang di design untuk diselesaikan bersama. Untuk itu diskusi menjadi kunci pokok kita dalam menjalankan rumah tangga.

Apabila kita DIAM dalam berhubungan, itu menunjukkan bahwa kita tidak memiliki andil dalam hubungan tersebut.
Jadi, didalam berhubungan, DIAM bukanlah merupakan EMAS, tapi IDE - lah yang merupakan EMAS-nya.

Tidak ada komentar: